Tulisan Numpang – ENTP!

4 Komentar

Sebenarnya saya tidak mau menulis lagi di sini. Tapi karena tempat yang baru belum siap. Dan saya ingin sekali mempublikasikan tulisan ini. Maka izinkan saya menaruh tulisan ini sementara di sini.

Satu hal yang saya senang dari MBTI adalah ketika menemukan orang2 yang ternyata juga berbagi pikiran2 dan pola2 pikir aneh seperti saya.
Sejak SMP saya kurang sreg dengan konsep ‘jadian/pacaran’. Hal ini cenderung saya simpan, karena saya tahu ini pemikiran yang tidak lazim. Baru saya berani buka ini pemikiran setelah baru-baru ini, membaca tulisan seorang ENTP, entah di belahan bumi mana, yang menjelaskan opini yang sama dengan detail! (http://personalitycafe.com/entp-forum-visionaries/73395-infj-guide-book-seducing-entp-males-2.html#post1808165) Bisa ditebak apa yang saya rasa? Plong! Akhirnya ada juga yang berfikir demikian! Berarti bukan kelainan psikologi atau apa.
Dan hal-hal lain (yang tidak terlalu ekstrim), juga banyak banget yang sama.

Mungkin anda akan bilang. Ah, itu mungkin justru sayanya yang terpengaruh tipe MBTI saya. Dan akhirnya membuat saya mengarahkan diri jadi ENTP. Hm, argumen balik saya untuk ini: silahkan tanya sifat-sifat saya pada teman-teman saya sebelum kuliah. Saya kenal MBTI di awal-awal kuliah. Banyak juga deskripsi2 ,yang sejak mulai saya kenal MBTI belum pernah saya dengar terkait dengan ENTP. Deskripsi2 tersebut, salah satunya saya temukan di http://personalitycafe.com/entp-forum-visionaries/10674-you-know-youre-entp-when-6.html#post256309. Bagian ‘taking things for granted’. Bertahun-tahun saya menyenangi dan mengeksplorasi ide itu tanpa sadar itu mungkin bawaan ENTP. Bukti tambahaan bahwa kluster kasar kepribadian ini memang ada. (Secara umum, saya mendukung keberadaan MBTI, dan merasa ini harus disebar.)

Oh satu lagi! (setelah menulis paragraf di atas, saya membaca lagi): http://personalitycafe.com/entp-forum-visionaries/10674-you-know-youre-entp-when-6.html#post259463 poin ke 5. Itu tidak pernah dijelaskan di deskripsi2 umum ENTP di internet. Saya pernah merasakan hal itu cukup kuat, khususnya saat remaja.
Ini jelas-jelas yang saya rasakan sekarang! http://personalitycafe.com/entp-forum-visionaries/10674-you-know-youre-entp-when-7.html#post264963 . ( Percayalah, saya menulis ini sambil membaca thread berurutan. Paragraf ini respon langsung saya setelah membaca tulisan di trit tersebut. lama-lama bisa jadi thread-reading-commentary tulisan ini 😀 )
http://personalitycafe.com/entp-forum-visionaries/10674-you-know-youre-entp-when-10.html#post279988 JIahahha! That’s what I do now. Not an exam, btw, but office things. (yap, tulisan ini resmi jadi thread-reading-commentary, meski awalnya tidak ditujukan untuk itu!)
Damn! Another one! http://personalitycafe.com/entp-forum-visionaries/10674-you-know-youre-entp-when-11.html#post285286 This what do as 4-7 years old children. Ask my Mom! I played it alone. I don’t remember my reason, choosing to play this alone. Usually by holding breath.. Up until now, death (what is after death actually)  is one of my most precious mysteries, which I save it to be unveiled later on.
Another classic one (comment #110, same thread) ; -> “People groan when you raise your hand in class” (& really love the last line of this comment 🙂 )
http://personalitycafe.com/entp-forum-visionaries/10674-you-know-youre-entp-when-13.html#post301455 Mine? “How to prefectly isolate photon(s), so we can measure the mass”. Come up with my own idea & discuss it with my senior high school physic teacher back then. (another lovely memory of high school, beside philosophical conversation with Saripundin. )
Wah wah, kepanjangan. Baca sendiri deh. Kalau tertarik, anda bisa tes di mypersonality.info.

Satu hal yang saya suka lagi. MBTI membuka batas, bangsa, budaya, agama, ras, bahkan jenis kelamin. Ternyata ada sesuatu dari kita, yang tidak dipengaruhi hal-hal tersebut. Membuat ENTP di Indonesia, Eropa, Afrika, Amerika, merasa seperti di’rumah’ ketika membaca trit ‘You Know You’re ENTP When …’. Dan hal itu adalah; karakter inti manusia.

Iklan

01 04 2012: Saya Sombong, Malu Bertanya, & Sesat di Jalan

Tinggalkan komentar

Orang tua saya pernah bilang saya orang yang sombong, congak, dan angkuh. Saya tidak setuju, saya lebih suka menyebutnya, PD-berlebih. Tapi itu dulu, setelah hari ini kena pukul berkali-kali oleh sifat itu. Baru mengerti saya.

Kejadian hari ini sungguh ajaib hingga saya memutuskan menulisnya di sini.

Hari ini ini saya harus pergi ke TEDx Jakarta. Lelah sebenarnya, baru tidur empat jam, itupun mulai tidur subuh. Tapi apalah  daya. Saya tidak mau nama saya didaftarhitamkan karena menyisakan bangku kosong yang sia-sia. Sekedar info, tiket TEDx lubes habis dalam waktu 3 menit. Banyak yang sedih karena tidak kebagian tiket. Mereka akan lebih sedih lagi kalau tahu saya ternyata tidak jadi datang. (Jadi ingat orang-orang yang meninggalkan hasil positif ujian PTN)

Acaranya jam 10 dan saya agak telat berangkat dari kosan. Cukup bersejarah, karena ini pertama kali saya ke suatu tempat yang tidak saya tahu rutenya, tanpa minta saran, hanya berbekal GPS dan GMap dalam genggaman.

Dan hal lucu pun itu di mulai. Di sisi keberangkatan, saya salah turun sekali. Dan parahnya, saya melanjutkannya dengan berjalan-berlari saat sebenarnya bisa cukup sekali naik metromini. Dan itu cukup jauh.

Pulangnya lebih menyedihkan lagi. Karena malas mengunggu trayek yang sudah pasti, saya ambil resiko untuk asal naik. Asal naik-naik bus ke Bogor, cuma karena asumsi bahwa bus ke Bogor di Jakarta Selatan pasti lewat Depok. Asumsi yang baru diketahui salah 15 menit setelahnya. Turun dari bus tersebut tetap saja tidak beres. Dikira bisa sampai dengan satu angkot ke Depok (saya terlalu cepat turun dari bus Bogor tersebut). Ternyata harus dua kali naik angkot. Tapi malah jadinya tiga kali naik angkot.

Entah kebetulan yang terlalu muskil untuk terjadi. Saya berangkat naik turun angkutan umum seperti ini karena malu meminta nebeng sama teman saya di hari-hari sebelumnya.

Ya mama papa, saya sombong, terlalu-PD, malu bertanya, tidak sabar.

Kadang kita memang perlu ditampar,
untuk sadar.

17 02 2012

Tinggalkan komentar

Jarak tiga hari. Cukup panjang. Cukup ragu apakah bisa mengingat baik atau tidak.

Hari ini hari jumat. Tidak banyak yang bisa saya ingat untuk pagi ini. Tugas utama yang saya harus dan ingat telah lakukan adalah mengurus salinan berkas digital laporan KP dan kode sumber yang saya buat di KP ke CD lalu menaruhnya di perpustakaan bersama salinan fisik kover keras laporan KP. Tenggat waktunya sampai jam 12 nanti siang. Berangkat dari kosan, ingat uang habis, terpaksa pinjam dua puluh ribu ke bang hakim. Begitulah kondisi uang di dompet, ditambah ongkos ke Tangerang siang-sore nanti.

Tempat fotokopi pertama, yang dekat kosan, ternyata tidak bisa menulis ke CD. Pindah ke tempat fotokopi ke dua yang di sebelah kiri gerbang kutek kalau dari arah UI. Sukses, dan akhirnya bisa meluncur dengan senang hati ke kampus. Di daerah pertigaan FIB-FASILKOM berpapasan dengan Trian yang naik motor dari arah FASILKOM, sudah mulai punya firasat tidak enak karena Trian ikut kuliah komas. Kuliah yang sepengetahuan saya tidak ada hari ini.

Betul saja, sampai kampus bertemu dengan TomKur (dia turun dari tangga belalai)  dan Nila (di dekat perpus), mereka bilang kalau ternyata kelas KoMas ada. Wah, sayang sekali. Tapi toh memang ada yang diurus, dan sangat krusial. Masuk perpus, kembali harus berpapasan, kali ini dengan Nanda, teman seperjuangan dan setim di KoMas. Katanya pak Didit, dosen KoMas, mencari “The People Killer”, julukan saya. Setelah beres dengan Nanda akhirnya saya bisa memproses Laporan KP saya.

Keluar dari perpus bersama Nanda. Setelah itu bertemu Maul. Dia mahasiswa senior yang posisinya terkait KP tidak jauh berbeda dengan saya. Dan KP-nya juga sama-sama membantu Budiarto. Sayangnya dia belum menyiapkan ke CD. Nanda mahasiswa super penuh solusi langung menyuruh Maul untuk menulis CD di lab komputer saja, dari pada harus menulis CD di luar. Kita bertiga ke lab komputer. Setelah itu Maul memproses Laporan KP-nya dan kita berangkat ke Masjid untuk solat jumat.

Selesai solat jumat saya sempat menikmati indahnya danau UI dari selasar Masjid. Rimbun, dengan radiasi matahari yang cukup untuk membuat pemandangan terbiaskan dengan indah seperti hasil-hasil fotografi. Rasanya damai. Bersyukur sekali bisa kuliah di tempat yang indah ini.

Ternyata pak Heru, orang Jogja penghuni kosan Elkotib tertua, pebisnis aksesoris lintas kampus, datang menghampiri. Sedikit ngobrol tentang indahnya kampus. Beliau bilang tidak ada kampus yang lebih hijau dari UI di Jogja. Kampus hijau lainnya adalah IPB. Pohonnya besar-besar.

Beranjak dari masjid di perjalanan saya berbincang dengan pak Ade, dosen FASILKOM. Kita berbincang tentang proyek Budiarto yang atas nama saya di UI-nya.

Kembali di kampus, saya pergi ke lab laptop untuk mengirim surel ke startupkampus untuk menanyakan kabar kumpul-kumpul yang sempat direncanakan selesai solat jumat ini. Tidak ada kabar, saya berangkat ke Tangerang, setelah sebelumnya memindahkan sepeda dari parkiran ke dalam kampus untuk dititip.

Sampai di Tangerang. Saya langsung ke rumah makan kita dan bertemu dengan Annisa, adik saya, dan mama di sana. Juga ada pembantu baru bernama mbak Nur. Makan. Lalu…

Wah, lupa…

Selanjutnya memori muncul ketika bertemu dengan Putri, adik saya, selepas dia dari sekolah, masih di daerah kios.

Oh iya…

Bertemu juga dengan teman papa di kelapa dua. Dia orang IT juga. Kita berbincang tentang Founder Institute, tempat saya magang kemarin dan rencana proyek di daerah kelapa dua.

Setelah itu ya, bantu-bantu di kios.

Atau pulang dulu ya…? Hm, lupa.

 

16 02 2012

Tinggalkan komentar

Kilasan balik kali ini sepertinya tidak akan banyak-banyak; selain seperti biasa, cukup banyak yang lupa, kedinamisan hari tanggal 16 tidak terlalu tinggi.

Agar samar memori. Tapi sepertinya saya bangun jam 3 pagi. Mengetik log, lalu mengantuk dan tidur lagi, lalu bangun dengan 7.50. Terburu-buru ke kampus karena ada kuliah Fisika 2 di pagi hari. Lelah menggowes sepeda langsung disambut kabar buruk; anak pak Dosen ternyata sakit dan kelas terpaksa dibatalkan. Ngobrol-ngobrol dulu dengan pak Juki. Setelah itu gowes balik ke kosan.

Sampai di kosan, karena berdalih kelelahan, bukannya mengerjakan Testimoo malah memilih untuk menonton film Christopher Nolan yang cukup lama menganggur di hardisk saya; Memento. Film dengan alur menarik khas besutan abang Nolan adalah jenis film favorit saya. Cerita dasar yang sebenarnya sudah sangat menarik jika diceritakan dengan alur kronologis, dibuat lebih menarik lagi dengan membolak balik alur tersebut. Film ini diangkat dari cerpen. Seperti film abang Nolan lain The Prestige yang diangkat dari novel. Seolah benar perkataan bahwa fiksi-fiksi terbaik banyak yang masih tersimpan dalam bentuk kata-kata.

Selepas nonton film, dan sedikit fase perenungan pasca menonton, kalau tidak salah saya tidur. Jujur, ini hari malas saya. Ketika tugas-tugas penghambat sedikit demi sedikit berkurang, menyisakan saya berhadapan dengan proyek besar pribadi saya, seolah-olah energi ini terkunci. Mengesalkan sebenarnya, harus segera cari cara untuk mengakalinya.

Lagi-lagi bangun dengan sendirinya menjelang kuliah masuk. Saya lalu bergegas kembali ke kampus lagi. Selepas kuliah yang menarik dari si bapak, saya kembali lupa akan apa yang saya kerjakan. Yang saya ingat, diawal malam saya, Ruli, Royan, dan Bang Hakim, bercengkrama dan membahas banyak hal. Setelah itu makan mie & tidur.

Terima Kasih Tuhan; Aku Hidup!

Tinggalkan komentar

Aku berani bertaruh hampir semua orang sempat bertanya; “Kenapa ‘aku-yang-ini’ terpilih untuk hidup?”, “Ada kemungkinan aku terlahir seperti saudara-saudara kandungku, atau campurannya. Tapi aku, adalah aku yang kulihat ketika bercermin.”

. . .

Bagi kalian yang percaya gen memainkan peranan penting. Beri aku kesempatan untuk menjelaskan sedikit yang kupelajari di Biologi SMA. Setiap empat dari  tiga ratus sampai lima ratus juta sel sperma ayahmu yang menyebrang itu, berasal dari spermatosit. Di mana semua spermatosit yang pernah ada dalam buah zakar laki-laki memiliki DNA yang sama dengan sel di dinding langit-langit mulut mereka. Mereka semua identik.

Lalu mereka dipecah dalam fase yang biasa kita sebut meiosis. Segalanya menjadi tidak sama. Informasi DNA, yang setara dengan 725 MB data sekeping CD yang sudah kita lupakan itu, diacak.

Proses yang serupa terjadi dengan sel ovum ibumu. Yang keluar tiap bulan, setia menunggu di tuba falopi, itu tidak sama, tidak pernah sama.

Keacakan bertemu dengan keacakan, dalam proses yang acak. Tidak ada yang tahu ibumu akan bersenggama dengan ayahmu saat mereka mengalami masa kecil mereka. Siapa yang bisa tahu, mana dari satu dari tiga ratus juta itu, yang berhasil bertemu dengan, satu,
yang mendapat giliran bulan ini.

Kita semua berdiri di atas keacakan yang dahsyat.

. . .

Bagi mereka yang percaya pengalaman hidup dan asuhan memegang peranan penting. Memori tentang hidupmu sendiri mungkin adalah bukti yang jelas.

. . .

Pada akhirnya, meskipun besar kemungkinan kita yang seperti ini tidak ada,
kita ada.

Berdiri di sini, menikmati momen hidup kita masing-masing.

Depok, 31 Januari 2012.
Di buat ketika penulis menikmati salah satu momen hidup favoritnya. Mengerjakan produk aplikasi web-nya (Testimoo) di malam hari setelah sebelumnya tidur di awal malam. 

Masa depan suram Facebook (dalam hidupku)

Tinggalkan komentar

Hari ini aku sakit. Flu. Cukup parah sehingga hanya bisa bolak balik antara kasur dan meja kerja demi menghemat energi. Di depan laptop-pun tidak banyak tumpukan pekerjaan yang bisa dicicil. Agak sulit berkonsentrasi dan menjaga flow dengan hidung bocor.

Baru bangun tidur, kerja susah, bingung mau melakukan apa, kuingat pekerjaan yang selalu tertunda; menerima permintaan teman di Facebook. 285 akun Facebook menunggu untuk disetujui. Ada beberapa alasan kenapa malas sekali melakukan ini;

  1. Bukan pengkonsumsi “News Feed”
    Cukup jelas, status di Facebook kebanyakan curhatan-curhatan hati yang untuk sesaat menarik dibaca, dikomentari, namun beberapa jam kemudian memunculkan sesuatu dalam pikiran, “Apa ini benar-benar penting, benar-benar berguna?”.Ingat masa ketika memutuskan untuk meng-‘unfriend’ beberapa orang karena fakta bahwa tidak terlalu kenal secara personal membuat tulisan-tulisan curhatan mereka semakin jarang berarti bagi saya. (Masa di mana algoritma pemfilteran News Feed belum terlalu sakti). Kupikir Facebook hanyalah tentang News Feed, sesuatu yang tidak terlalu kuperhatikan, jadi menambah teman tidak terlalu berarti.
  2. Butuh waktu: sebelum approve, harus cek mutual friend dan liat profilnya terlebih dahulu
    Pertama, tidak mau berteman dengan yang tidak kenal. Bukannya tidak mau informasiku di Facebook tidak diketahui publik. Tapi tidak enak hati aja kalau ketemu di dunia nyata dengan salah satu teman Facebook tapi kita tidak kenal dia, apa lagi aku punya masalah mengingat nama orang. Kedua, bisa jadi akun tersebut akun palsu. Mengapprove sendiri adalah pekerjaan berefek bola salju. Ketika sekali Ia ditunda, semakin besar alasan untuk menunda dikemudian kesempatan.

Hhmm,, tapi baruku sadari, apa salahnya mengapresiasi teman kita di dunia nyata dengan mengapprove request Facebooknya? Bukankah kita jadi bahagia jika kita berada di posisinya? Bukankah dengan meminta menjadi teman, mereka telah berharap untuk kita agar segera menyetujui? Oke hal tersebut dianggap tidak terlalu membawa manfaat, tapi ongkosnya juga amat kecil, hanya beberapa klik dan lihat-lihat, tinggal dicueki saja toh News Feed tersebut? Toh yang menjaga aku tetap di Facebook (selain salah satu channel komunikasi saat kepepet ke orang-orang yang tidakku tahu emailnya) adalah fitur Timeline yang amat cantik & berguna.

Facebook menurutku punya peluang besar untuk membuat hidup ini jadi lebih dan lebih indah. Bila seluruh penggunanya merubah pola pikirnya tentang status di Facebook. Tapi bukankah kita tidak punya daya untuk menyuruh seluruh pengguna Facebook untuk hanya menulis sesuatu yang bermanfaat bagi semua orang? Untuk apa menghiraukan sesuatu yang di luar kontrol kita?

Untuk apa menyalahi virus influenza sialan ini? Kenapa kita tidak sesali kita yang masih kurang menjaga vitalitas tubuh?

Radiohead for Dummies

Tinggalkan komentar

Radiohead adalah sebuah band Inggris yang produktif. Lagu yang membuat mereka meledak, Creep dirilis 1992. Album terakhir mereka In Rainbow dirilis 2007. Sekarangpun mereka sedang menyiapkan album terbaru.

Albumnya OK Computer (1997) mendapat banyak pengakuan sebagai album yang sangat futuristik, dalam artian musiknya sudah sangat melampaui jamannya. Jika Anda dengar, mungkin akan memang sulit dipercaya bahwa album tersebut dibuat tahun 1997.

Jenis musik Radiohead tidak pernah jelas dan menetap.

Salah satu band besar di zaman ini. Yang sepertinya akan menjadi salah satu acuan yang berpengaruh beberapa dekade ke depan. Jika Anda pemerhati musik, sudilah kiranya Anda mengenal Radiohead, mumpung Anda terlahir di zaman ini.

Berikut saya buatkan kompilasi lagu-lagu Radiohead. Diambil dari berbagai masa fase-fase eksplorasi musik Radiohead, diharapkan cukup representatif.

Lagu-lagu Radiohead yang jadi radio hit sepanjang masa macam Creep atau High & Dry sengaja tidak diikutkan, diasumsikan pendengar sudah tahu. Lagu-lagu yang memiliki efek paling kuat menurut pandangan pribadi penulis juga tidak dimasukan ke dalam daftar ini. Daftar ini sengaja dibuat untuk yang ingin mendalami Radiohead, lebih dari yang tampak di permukaan radio.

——-

1. A Wolf at The Door | Hail to Thief (2003)
“…Steal all my children, If I don’t pay the ransom…”

Pilihan sempuran untuk pembuka, alunan appergio gitar & keyboard sederhana yang disambar nyanyian berirama Rap, musik pengiring yang juga tak kalah sederhana dari bass dan drum. “Tunggu-tunggu,, Rap?”. Yup, sudah kuingatkan sebelumnya, Radiohead membuat musik lintas-genre, namun memiliki nafas terkait yang sulit dikatakan. Nafas itu mulai bisa dirasakan di reff lagu ini, tarikan emosional yang diakhiri bridge melodius.

2. Karma Police | OK Computer (1997)
“…I lost my self, I lost my self…”

http://www.youtube.com/watch?v=lZHoci2Wjs0

Salah satu lagu hit di album yang-kata-orang legendaris Radiohead, implikasinya; lagu legendaris. Kekuatan apa yang menyebabkan dimiliki lagu ini? Mari kita coba kupas. Pertama, ini Pop yang tetap terbungkus dalam atmosfir penuh sayat. Pop dalam artian mudah dan cepat diterima oleh kuping kebanyakan. Musiknya cenderung sederhana. Dibuka dengan kocokan gitar dan nada utama yang dimainkan di piano, memberikan orientasi akan ritme, suasana, dan progresi kunci, yang tidak terlalu banyak berubah di keseluruhan lagu ini. Lalu di mana kekuatannya? Tidak lain dan tidak bukan karena nada utama yang memang sudah kuat karakternya, dibalut dengan pendekatan vokal gaya Thom.

3. There There | Hail to Thief (2003)
“…Just cause you feel it, doesn’t mean exists…”

http://www.youtube.com/watch?v=byIpouaRwGw

Banyak penggemar yang memposisikan There There sebagai lagu favorit mereka. Ritme ketukan tribal, nada Thom verse yang primal dan mistik, vokal latar yang rendah episodik muncul di belakang. Lalu serta-merta teriakan panjang Thom melejit, “There There!”, menandai meningkatnya intensitas musik, menjadi lebih mencekam, awalnya, mempengaruhi Anda untuk berdansa tribal, pada akhirnya.

4. Fake Plastic Tree | The Bends (1995)

http://www.youtube.com/watch?v=HDS4wOd_o1I

5. Street Spirit | The Bends (1995)

http://www.youtube.com/watch?v=lZHoci2Wjs0

6. Bullet Proof… I Wish I Was | The Bends (1995)

http://www.youtube.com/watch?v=lZHoci2Wjs0

7. Where I End And You Begin | Hail to Thief (2003)

http://www.youtube.com/watch?v=lZHoci2Wjs0

8. We Suck Young Blood | Hail to Thief (2003)

http://www.youtube.com/watch?v=lZHoci2Wjs0

9. Jigsaw Falling Into Place | In Rainbows (2007)

http://www.youtube.com/watch?v=lZHoci2Wjs0

10. Nude | In Rainbows (2007)

http://www.youtube.com/watch?v=lZHoci2Wjs0

11. Idioteque | Kid A (2000)

http://www.youtube.com/watch?v=lZHoci2Wjs0

12. Exit Music (For a Film) | OK Computer (1997)

http://www.youtube.com/watch?v=lZHoci2Wjs0

Sekedar berbagi pengalaman pribadi;
Beberapa musik memang sulit untuk dicerna, butuh waktu dan konsentrasi awal-awalnya (pengen nyaman sama musik kok malah ribet ya…??? Hihihi). Tapi saya gak nyesel kok, belajar mencerna musik seperti ini, dibanding pas jaman SD dulu tetep denger Stinky, Westlife, Sheila on 7. Karena saya dapat pengalaman naik ‘roller-coster batin’ yang gak saya dapat kalau saya masih denger Westlife dkk.

Kompilasi ini akan terus dimutakhirkan, seiring dengan masih produktifnya Radiohead.

————

trivia tentang Radiohead.
Mereka sepertinya mendukung ‘pembajakan musik’.
Album terakhir mereka In Rainbow, dirilis untuk bebas diunduh,
dengan opsi untuk memberikan donasi, yang bisa sebesar 0 $.

Older Entries