Konon katanya, di Komunitas Biola Depok hari ini, ada tiga kejadian yang saling independen;

#1) Pas baru datang, ke perpus pusat. Mas Wando, si bos besar, nanya umur saya berapa. Di sebelahnya ada mbak-mbak yang tidak saya kenal. Saya jawab “21”. Terus Mas Wando bilang ke mbak-mbak-nya, “tuh, mbak masih 20-an sekian, masih bisa belajar biola kok.”

Mungkin Wando kira umurku 20-an sekian. Jadi pembanding dengan mbak2 itu. Saya baru gabung sebulan soalnya.

#2) Lagi ngobrol sama Leila, kenalan baru (anak biola juga), di tengah-tengah latihan. Di tengah obrolan standar orang baru kenalan. Saya nanya2 tentang kuliah dia (anak 09 FH). Trus dia balik nanya “Lu dulu fakultas apa?”. Lalu saya tertawa, “hahaha”.

Mungkin Leila kira saya sudah tidak kuliah.

#3) Di perjalanan pulang, dari latihan lanjutan di kosan teman, Mas Didi nanya, “emang lo lahir tahun berapa?”. Saya jawab “90”. “BUAHAHAHA… Boros amat lo pul!”. Mas Didi sambil ngebut gitu. Saya genjot sepeda, mengejar motornya. “Boros maksudnya?”. “Muka lo boros! Hahaha! Kebanyakan radikal bebas lo!”. “Huahaha”, ikut tertawa saya. Entah apa pikir orang pinggir jalan. Dan kucing abu-abu yang hampir saya tabrak.

Jelas Didi berfikir saya seharusnya beberapa tahun lebih tua.

Akhir kata, tiga kejadian tersebut murni independen. Tapi kata Parto OVJ, ada benang merahnya.

Iklan