Tidak ada hal menarik? Ada sih beberapa sepertinya. Kau tahu? Momen-momen di mana kau berhenti sejenak berada di dunia mu, pindah sepenuhnya ke dalam kepala mu, lalu berkata; “hey, ini sepertinya menarik untuk ditulis”. Tapi ya, karena telah disebut sebelumnya, bahwa ini, ‘sejenak’. Dalam sejenak pula akhirnya, kau bisa melupakannya.

Setidaknya ada satu yang sering teringatkan untuk ditulis; tanggal 9 & 10 Maret yang sureal. 9 Maret yang menyenangkan sebenarnya. Sakit namun cukup sibuk. Pagi kuliah, sebelum pagi sibuk menyiapkan sesuatu untuk acara malam nanti, siang mondar mandir dengan sepeda untuk berobat,  sore dan malamnya sibuk menikmati sebuah acara yang menyenangkan dengan badan yang masih sakit.

Aroma-aroma sureal sudah bisa terasa di perjalan pulang selepas acara tersebut dari kampus ke kosan. Kau tahu? Sebuah perasaan di mana kau gowes sepeda itu, kau tatap jalan itu, lalu entah mengapa dunia terasa sepi namun sekaligus ramai. (Maksud yang lebih mudah mungkin; tidak lagi mengenal istilah sepi atau pun ramai). Semua bergerak, tapi tak kau anggap hidup, termasuk dirimu. Perasaan yang aneh. Seperti kau tidak punya kontrol apa-apa lagi, tapi kau menikmatinya. Seperti setengah sadar. Tapi sepenuhnya kau terima segala apa adanya. Seperti tidak ada waktu. Karena tiada kau harap apapun. Tiada kau sesal apapun. Kau hanya ada, menjalaninya, dan menerimanya.

Dua hari kedepannya perasaan itu, yang ku sebut sureal tanpa ku benar-benar tahu makna sebenarnya, sekelibat-kelibat muncul kembali. Mungkin karena pengaruh obat. Mungkin.

Iklan