Rencananya…

Saya ingin bisa bangun jam 1-2, lanjut mengkode Testimoo sampai mau kuliah.  Terus bisa bertemu dengan Budiarto untuk membahas tugas terakhirku di proyek dia. Ingin segera bisa fokus ke Testimoo. Tidak ada cara lain selain menunaikan kewajiban segera.

Segitu saja rencananya, semoga bisa ditunaikan.

Kronologis

Bisakah aku mengingatnya? Ini masih kemarin lho, harusnya bisa lebih detil.

  • Bangun jam 1 kurang.
  • Bercengkarama sedikit di dunia maya. (hey, seumpama ultraman, lampu masih kedap-kedip nih)
  • Akhirnya lumayan segar, apalagi baru saja dikenalkan the optimist creed oleh Silvia.
  • Eh, pas baru mulai kerja godaan muncul, nguantuuuuk banget, (ternyata segarnya sebentar doang)
  • Ingat punya beberapa episode sitkom Big Bang Theory yang belum ditonton, nyoba icip satu.
  • Lucu, tapi mungkin karena masih pagi-pagi buta, ga enak buat tertawa lepas seperti biasa.
  • Alhasil, tidak banyak berbeda derajat kengantukan sebelum dengan setelah nonton sitkom.
  • Mau doping kopi, ternyata gas habis, tidak punya akses ke penjual gas (jam 3 pagi).
  • Meluncur ke kedai kopi dekat Samtari (rumah makan lumayan dekat kosan).
  • Ujung-ujungnya agak cukup lama di sana, maklum doyan becanda-becanda sama yang jaga.
  • Masih teler. (parah nih, mau produktif malah terkatung-katung seperti ini)
  • Atas saran akang di kedai kopi coba langsung lari-lari kecil.
  • Diketawain sama tukang sayur dekat kosan (langganan becanda juga sama doi); “Gak kepagian lari-lari-nya?”
  • (lupa abis itu ngapain dikosan)
  • Mau jam 6 menyerah, tidur
  • Bangun jam 8-an.
  • (lupa lagi)
  • Berangkat ngampus, ada kuliah.
  • Setelah mencari-cari kelasnya yang tidak terlihat, baru sadar minggu lalu mendengar sekelibat desas-desus kalau hari ini libur.
  • Meluncur ke lab laptop.
  • Akhirnya mulai bisa kerja dengan serius! Lega! (butuh 10 jam!)
  • Sekalian rehat, sekitar jam 1-2 pergi ke perpus pusat untuk bertemu Budiarto yang sedang pameran.
  • Rapat tentang presentasi yang perlu saya buat selesai, pulang dari perpus pusat bertemu dengan Flo juga yang juga sama mengarah ke kampus.
  • Cerita tentang Testimoo ke Flo sambil jalan.
  • Lanjut kerja di lab laptop.
  • Terus pindah ke ke lab PC komputer selepas magrib,
  • lanjut sampai 8.30.
  • Pulang, tidur, lelah sekali.

Hal-hal Menarik

Akhirnya Flow itu muncul lagi!
Setelah lama menanti, perasaan seru ngoding maraton kembali muncul. Tidak sesulit yang dibayangkan. Mungkin kemarin-kemarin kondisi internal sedang tidak seimbang, jadi ada saja halangan untuk mulai bergerak dan konsisten.

Hidup dalam proyek memang seperti maraton. Dalam jangka waktu panjang harus memeras diri. Melakukan sesuatu secara lebay dibanding kehidupan standar. Keluar dari kebutuhan-kebutuhan harian, sambil terus menjaga keseimbangan dalam diri.

Tapi saya menyukainya. Proyek khususnya yang memang produk pribadi menjadi tempat penyaluran energi paling seru. Programmer, penulis novel, aktivis sosial, dan masih banyak pekerjaan-pekerjaan yang bisa sering terlibat dalam proyek, adalah pekerjaan favorit saya.

Tapi terpikir, saat kita sedang dalam proyek, menikmati flow hari demi hari, bukankah kita jadi kesulitan memberikan perhatian ke orang-orang yang kita cintai? Sesuatu yang biasa dilakukan jika sedang dalam kegiatan hidup yang standar. Saya mahasiswa yang termasuk jarang pulang ke rumah. Orang tua dan adik-adik di rumah sudah komplain. Bagaimana nanti kalau sudah punya kekasih? Anak? Waktu kecil, saya ingin tertambat dengan orang tua. Saya ingin perhatian yang konstan dan stabil untuk saya.

Mungkin ini juga alasan sehari-hari saya hidup cenderung soliter, lompat sana sini, saat beberapa teman cenderung punya teman segeng. Dari TK saya tidak pernah punya geng.

Tapi pengalaman hidup sejauh ini mengajarkan sesuatu; selalu usahakan untuk jaga keseimbangan.

Kebetulan!
LinkedIn, situs jejaring profesional biasa mengirim email berupa artikel artikel menarik di dunia profesional secara umum. Kali ini mendapati artikel menarik tentang tidur. Akhirnya sadar. Mungkin yang baru-baru ini bisa tidur malam hanya 4 jam dan setelah itu bangun itu adalah insting nenek moyang di masa lampau yang panggil kembali. Jadi wajar kalau 1-2 jam setelahnya kembali mengantuk. Baru dialami tadi pagi, sorenya udah dikasih aja artikel tentangnya.

Kejadian ini melengkapi kebetulan yang terlalu sering terjadi di hidup saya, dan mungkin anda. Kadang kala sampai membawa intrepetasi bahwa ini cukup menjadi bukti, ada pihak yang dengan cara misterius yang mengatur hidup kita.

Iklan