Jarak tiga hari. Cukup panjang. Cukup ragu apakah bisa mengingat baik atau tidak.

Hari ini hari jumat. Tidak banyak yang bisa saya ingat untuk pagi ini. Tugas utama yang saya harus dan ingat telah lakukan adalah mengurus salinan berkas digital laporan KP dan kode sumber yang saya buat di KP ke CD lalu menaruhnya di perpustakaan bersama salinan fisik kover keras laporan KP. Tenggat waktunya sampai jam 12 nanti siang. Berangkat dari kosan, ingat uang habis, terpaksa pinjam dua puluh ribu ke bang hakim. Begitulah kondisi uang di dompet, ditambah ongkos ke Tangerang siang-sore nanti.

Tempat fotokopi pertama, yang dekat kosan, ternyata tidak bisa menulis ke CD. Pindah ke tempat fotokopi ke dua yang di sebelah kiri gerbang kutek kalau dari arah UI. Sukses, dan akhirnya bisa meluncur dengan senang hati ke kampus. Di daerah pertigaan FIB-FASILKOM berpapasan dengan Trian yang naik motor dari arah FASILKOM, sudah mulai punya firasat tidak enak karena Trian ikut kuliah komas. Kuliah yang sepengetahuan saya tidak ada hari ini.

Betul saja, sampai kampus bertemu dengan TomKur (dia turun dari tangga belalai)  dan Nila (di dekat perpus), mereka bilang kalau ternyata kelas KoMas ada. Wah, sayang sekali. Tapi toh memang ada yang diurus, dan sangat krusial. Masuk perpus, kembali harus berpapasan, kali ini dengan Nanda, teman seperjuangan dan setim di KoMas. Katanya pak Didit, dosen KoMas, mencari “The People Killer”, julukan saya. Setelah beres dengan Nanda akhirnya saya bisa memproses Laporan KP saya.

Keluar dari perpus bersama Nanda. Setelah itu bertemu Maul. Dia mahasiswa senior yang posisinya terkait KP tidak jauh berbeda dengan saya. Dan KP-nya juga sama-sama membantu Budiarto. Sayangnya dia belum menyiapkan ke CD. Nanda mahasiswa super penuh solusi langung menyuruh Maul untuk menulis CD di lab komputer saja, dari pada harus menulis CD di luar. Kita bertiga ke lab komputer. Setelah itu Maul memproses Laporan KP-nya dan kita berangkat ke Masjid untuk solat jumat.

Selesai solat jumat saya sempat menikmati indahnya danau UI dari selasar Masjid. Rimbun, dengan radiasi matahari yang cukup untuk membuat pemandangan terbiaskan dengan indah seperti hasil-hasil fotografi. Rasanya damai. Bersyukur sekali bisa kuliah di tempat yang indah ini.

Ternyata pak Heru, orang Jogja penghuni kosan Elkotib tertua, pebisnis aksesoris lintas kampus, datang menghampiri. Sedikit ngobrol tentang indahnya kampus. Beliau bilang tidak ada kampus yang lebih hijau dari UI di Jogja. Kampus hijau lainnya adalah IPB. Pohonnya besar-besar.

Beranjak dari masjid di perjalanan saya berbincang dengan pak Ade, dosen FASILKOM. Kita berbincang tentang proyek Budiarto yang atas nama saya di UI-nya.

Kembali di kampus, saya pergi ke lab laptop untuk mengirim surel ke startupkampus untuk menanyakan kabar kumpul-kumpul yang sempat direncanakan selesai solat jumat ini. Tidak ada kabar, saya berangkat ke Tangerang, setelah sebelumnya memindahkan sepeda dari parkiran ke dalam kampus untuk dititip.

Sampai di Tangerang. Saya langsung ke rumah makan kita dan bertemu dengan Annisa, adik saya, dan mama di sana. Juga ada pembantu baru bernama mbak Nur. Makan. Lalu…

Wah, lupa…

Selanjutnya memori muncul ketika bertemu dengan Putri, adik saya, selepas dia dari sekolah, masih di daerah kios.

Oh iya…

Bertemu juga dengan teman papa di kelapa dua. Dia orang IT juga. Kita berbincang tentang Founder Institute, tempat saya magang kemarin dan rencana proyek di daerah kelapa dua.

Setelah itu ya, bantu-bantu di kios.

Atau pulang dulu ya…? Hm, lupa.

 

Iklan