Kilasan balik kali ini sepertinya tidak akan banyak-banyak; selain seperti biasa, cukup banyak yang lupa, kedinamisan hari tanggal 16 tidak terlalu tinggi.

Agar samar memori. Tapi sepertinya saya bangun jam 3 pagi. Mengetik log, lalu mengantuk dan tidur lagi, lalu bangun dengan 7.50. Terburu-buru ke kampus karena ada kuliah Fisika 2 di pagi hari. Lelah menggowes sepeda langsung disambut kabar buruk; anak pak Dosen ternyata sakit dan kelas terpaksa dibatalkan. Ngobrol-ngobrol dulu dengan pak Juki. Setelah itu gowes balik ke kosan.

Sampai di kosan, karena berdalih kelelahan, bukannya mengerjakan Testimoo malah memilih untuk menonton film Christopher Nolan yang cukup lama menganggur di hardisk saya; Memento. Film dengan alur menarik khas besutan abang Nolan adalah jenis film favorit saya. Cerita dasar yang sebenarnya sudah sangat menarik jika diceritakan dengan alur kronologis, dibuat lebih menarik lagi dengan membolak balik alur tersebut. Film ini diangkat dari cerpen. Seperti film abang Nolan lain The Prestige yang diangkat dari novel. Seolah benar perkataan bahwa fiksi-fiksi terbaik banyak yang masih tersimpan dalam bentuk kata-kata.

Selepas nonton film, dan sedikit fase perenungan pasca menonton, kalau tidak salah saya tidur. Jujur, ini hari malas saya. Ketika tugas-tugas penghambat sedikit demi sedikit berkurang, menyisakan saya berhadapan dengan proyek besar pribadi saya, seolah-olah energi ini terkunci. Mengesalkan sebenarnya, harus segera cari cara untuk mengakalinya.

Lagi-lagi bangun dengan sendirinya menjelang kuliah masuk. Saya lalu bergegas kembali ke kampus lagi. Selepas kuliah yang menarik dari si bapak, saya kembali lupa akan apa yang saya kerjakan. Yang saya ingat, diawal malam saya, Ruli, Royan, dan Bang Hakim, bercengkrama dan membahas banyak hal. Setelah itu makan mie & tidur.

Iklan