Semoga latihan mengingat ini pada akhirnya akan berhasil meningkatkan memori saya.

Bangun jam tiga pagi. Hidupkan laptop, putar album Keane yang Under The Iron Sea (with a couple of instant morning eargasms), ngoding Testimoo, nonton & nyoba-nyoba Jurus 24 Tai Chi, beli sayur, masak, lalu makan. Aam sepertinya sedang ribet-ribet cari orang buat nemenin dia melamar gadis ke Subang. Dan saya sendiri ke kamar Ruli untuk pinjam laptop karena saat itu sudah jam 7. Saat itu berencana untuk melihat dan memperbaiki Laporan KP.

Setelah itu memori loncat ke…

Saya memakai laptop Ruli di bawah lantai di kamar saya, bang Hakim pakai laptop saya di meja kamar saya dan Aam duduk di kasur di sebelah kiri bang Hakim & di depan saya. Aam tanya-tanya ke bang Hakim tentang seperti apa kiranya gadis Sunda itu. Terkait bang Hakim yang cukup sering bermukim di Bogor. Kita bertiga ngobrol tentang lamaran Aam hari ini & alasan Aam akhirnya sreg sama gadis yang satu ini.

Setelah itu memori loncat ke…

Setengah delapan saya super ngantuk dan pindah dari laptop Ruli ke kasur saya. Minta tolong ke Ruli dan bang Hakim untuk membangunkan jam 8. Kebetulan Sony di sebelah sedang tether. Ruli dan bang Hakim internetan bersama. Saya tidur. Bangun. Lalu coba mengerjakan sebentar. Akhirnya memutuskan untuk batal dan menunggu hasil ulasan dari dosen pembimbing KP saja jam 9 nanti. Lalu siap-siap untuk mengowes diri ke kampus.

Di kampus saya langsung ke ruang bu Ika. Ternyata bu Ika telat dan saya menunggu sampai 9.40-an. Di sela-sela menunggu, saya mengsketsa tampilan Testimoo versi 3 (duh persiapan yang kurang matang, sampai 3 kali buat). Setelah itu buru-buru masuk kelas jam 10. Keluar kelas jalan ke kantin, minum jus jambu. Bertemu dan ngobrol obrolan mahasiwa tingkat akhir dengan Yuri & Radi. Lalu ke lab untuk mengunggah video Founder Institute. Dan baru sadar kembali lagi agak pikun. Kameranya tertinggal di kosan. Kebetulan agak mengantuk. Akhirnya memutuskan untuk pulang ke kosan sekalian bobo-bobo siang. Menjelang pulang betemu Budiarto menagih kerjaan lobi ke Fakultas dan dokumen-dokumen untuk ke investor. Saya cerita saja kondisi terbaru saat ini.

Pulang. Kosan tercinta cukup sepi. Saya tidur kurang begitu nyenyak. Bangun sebelum jam 3. Kembali ke kampus, langsung ke daerah kantin untuk bertemu klien.  Menunggu di Senyum sambil membaca majalah Tempo dan menuggu sms konfirmasi dari klien tersebut. Dan ternyata; jadwalnya itu besok Selasa & sekarang ada kelas yang sudah 20 menit saya lewatkan. Lagi-lagi otak ini mengelabui. Harus banyak-banyak latihan.

Dari kantin langsung ubah haluan ke kelas. Melihat Surya di jalan, mau tanya tentang respon tim pengmas dia dengan SaudaraKita.com, tapi batal karena dia sepertinya sedang ngobrol dengan Giri & saya sedang buru-buru. Gak tahu kelas apa, terpaksa hidupkan laptop dahulu di perjalanan untuk lihat mata kuliah apa dan di ruang apa.

Selepas kelas sembari di perjalanan ngobrol sebentar dengan Mirza tentang rencana kepindahannya ke kosan tercinta Elkotib, lalu menuju ke kantin untuk membeli lauk untuk nasi yang saya bawa dari kosan tadi siang ini. Dan hore! Ada brokoli!

Setelah makan lanjut kembali ke lab laptop. Ngoding tampiilan versi ketiga Testimoo,  sekalian menunaikan kewajiban mengunggah video Founder Institute. Lumayan dapet Flow-nya, meskipun di akhir (jam 20.30-an) cukup terdistraksi karena malah ngobrolin suikoden sama Mail di sebelah saya. Diusir dengan dimatikannya lampu lab. Kembali saya meluncur ke kosan tercinta Elkotib. Anak-anak sedang bercengkrama di lobi seperti biasa. Topiknya kebetulan sedang panas; anti senioritas ospek kampus, (sebenarnya topik yang diulang-ulang juga sih). Imam yang baru selesai memasak nasi goreng memicu rasa lapar saya. Menggunakan sisa sayur tadi pagi, saya buat nasi goreng juga. Makan. Sedikit bercengkrama. Lalu tidur.

Iklan