Telah saya tamatkan novel ini (sebenarnya dalam bentuk RPG) beberapa bulan lalu.

Isinya tidak terlalu indah secara sastra dibanding Suikoden 2 atau 1. Tapi lumayan memberikan hikmah hidup.

Tokoh utamanya selalu berkata;
“Kita tidak akan pernah tahu sebelum mencoba!”

Saya kira ini cukup klise karena sudah sering dengar. Tapi mengulang-ngulang hal klise mungkin dapat memidukan internalisasi, apalagi kalau diulang-ulang dalam format cerita sastra, dalam bentuk RPG pula.

Sebenarnya tidak terlalu klise pula. Di bagian-bagian akhir cerita, tokoh utama akan menunjukan bahwa kata-kata sakti itu tidak hanya meningkatkan optimisme, tapi juga membatasi optimisme yang berlebih.

Iklan