Sebagai salah satu orang Indonesia yang mendapat kesempatan mendengar seluruh album kelima Muse; The Resistance, sebelum rilis. Penulis merasa bertanggung jawab untuk menyebarkan ulasan komplit tentang lagu-lagu di dalamnya. Jika tanggal anda membaca ini sudah lewat 13 September 2009, silahkan cari album ini di toko musik terdekat. Silahkan nikmati ulasan-ulasan berikut yang tentu saja dalam prespektif pribadi penulis. 🙂

Perubahan besar terjadi; tidak ada produser, tidak ada studio milik orang! Yap, kali ini Muse datang dengan hasrat Do-It-Yourself yang lebih tinggi. Apakah hal ini cukup aneh mengingat Warner Music, yang sekarang menaungi Muse, amatlah jauh dengan aura-aura indie? Tapi hey! Ini Muse! Puluhan juta penggemar-sampai-liang-lahat di seluruh dunia membuktikan ketahanannya menghadapi gempuran distribusi musik bajakan. Hampir seluruh penggemar tetap membeli album meski sudah meyimpan versi digital di harddisk mereka. Mereka pastikan datang dari penjuru daerah demi menyaksikan aksi gila Matthew Bellamy di konser negara mereka. Inilah bukti bahwa band, di era kebebasan distribusi musik saat ini, harus berbasis fans dan warna musik unik, bukan tren musik, empat-lima lagu hit, atau tampang.

Dibalik Pembuatan & Pra-rilis

Direkam di pinggir danau Como di italia -tempat Matt menetap, dimulai akhir 2008. Muse memborong semua teknologi musik mereka ke studio. Eksperimen-eksperimen aneh mengingatkan kita pada album kedua, Origin of Symettry (2001). Bayangkan kuku illama sebagai pengganti stik drum! Semua hal ini makin memantapkan posisi Muse sebagai sekelompok orang yang terus memaksa batas kreatifitas sampai akhir karir musik. Secara keseluruhan, Muse menyajikan lagu bernuansa R&B, lagu bernuansa Progresive Rock,  dan ditutup dengan ‘masterpiece‘ Matt Bellamy, Exogenesis (selama masa pengerjaannya disebut ‘Symphonic Monster’). Matt pernah berkata bahwa lagu ini yang dia ingin kan sebagai peninggalan utamanya di masa depan. Bayangkan di tahun 3156 ada sebuah pegelaran musik bertajuk “Exogenesis, composed by Matthew Bellamy (2009)”

Hal yang menarik adalah proses perilisan single unduh pertama mereka, United States of Eurasia, 6 bagian pecahan lagu dienkripsi dengan 6 kode berbeda, ditaruh di lima USB flash disk dan di sebar ke seluruh belahan benua Eurasia untuk dipecahkan para ‘pengikut’ mereka.

#1 Uprising

Single pertama yang dilempar ke pasaran. Tidak lebih pop dari pada Starlight. Tentu karena intronya yang sangat ‘musey’. Tidak terlalu bagus di chart internasional. Hal ini sangat biasa bagi muse, untuk merilis lagu-lagu pop aneh mereka sebagai rilisan pertama album, ingat Supermassive Black Hole? Dari segi lirik, lagu ini adalah salah satu penegak orientasi politik Muse yang anti konspirasi para penguasa dunia. Reff yang sangat ‘sing-along’ berisi positifisme revolusi,

They will not force us
They will stop degrading us
They will not control us
We will be victorious

Perlu dicatat; ini adalah kali pertamanya Muse menyajikan lagu dengan iringan teriakan Oi! Oi! skinhead, yang tentunya akan menggema disetiap konser mereka nanti.

#2 Resistance

Dimulai alunan synthesizer bernada khas muse, lalu disambut nada dansa standar berbalut ketukan drum tribal, lagu ini sebenarnya telah menunjukan identitasnya. Sebuah pendekatan baru muse terhadap musik ‘new wave‘ (berterima kasihlah pada synthesizer), dengan reff klasik Muse.
Lirik berkisah seputar romansa Winston dan Julia yang tumbuh dan terjebak dalam turbulansi dunia geo-politik unik di novel George Orwell, 1984.

Is your secret safe tonight?
And are we out of sight?

#3 Undisclosed Desires

Inilah sebenarnya pop hit Muse di album ini. Sangat 80-an, mulai dari drum elektriknya, appergionya, dan tentu saja synthesizer! Lagu yang didekasikan untuk pacar Matthew Bellamy ini akan sangat mudah menempel pada kuping anda, terutama bagian latar vokalnya di reff terakhir.

You trick your lovers
That you're wicked and divine

#4 United States of Eurasia

Lagu dengan ide kontroversial ini, juga disebarkan dengan kontroversial. Setidaknya bagi fans Muse di seluruh belahan dunia yang memaksa diri mereka memecahkan kode rahasia untuk mengetahui kordinat peletakan USB FD dari Muse! Mendengungkan tentang penyatuan seluruh negara di Eurasia dalam satu serikat, lagu ini sangat terpengaruh dari novel 1984 karangan George Orwell. Setting yang diambil ke lagu ini adalah kondisi jiwa tokoh utama novel tersebut, yang disiksa dan dicuciotak oleh rezim penguasa.
Musiknya juga sangat representatif, dimulai dengan alunan piano yang sangat eropa, lalu melompat ke sayatan nada arab dengan teriakan ala Freddie Mercury, Queen.

You and me are the same
We don't know or care who's to blame
But we know that whoever holds the reins
Nothing will change, our cause has gone insane

And these wars, they can't be won
And these wars, they can't be won
And do you want them, to go on and on and on?
Why split these states?
When there can be only one!

#5 Guiding Light

Lagu Muse paling tidak enak di album ini. Nada pop yang sangat biasa ditambah bumbu-bumbu tarikan suara Matthew Bellamy. Hal yang sangat unik adalah musiknya yang sangat pop 80-an. Boleh percaya atau tidak, anda bisa mendengar suara gedoran pintu tetangga yang marah karena berisiknya proses rekaman bila berhasil memisahkan suara drum.

You're my guiding light
You're my guiding light

And there's no guiding light left inside
There's no guiding light in our lives

#6 Unnatural Selection

Mengingatkan pada Newborn! Intro yang menyeramkan, riff gitar yang berat berjalan lambat, bridge dan reff yang ‘sing-along’, tidak bisa disangkal kemiripan musiknya, kecuali satu hal; nada, sang DNA lagu. Muse bukan band yang mudah mengulang-ulang nada pada lagu-lagu mereka. Lagu bercerita tentang isu bahwa sebagian gen keturunan raja/ratu Inggris berasal dari reptil. Hal ini adalah teori David Icke, seorang konspirasi teoris, untuk menggambarkan betapa dunia ini telah dikuasai dengan zalim oleh klan tertentu.

No (hey)
chance (hey)
for fate (hey)
It's unnatural selection
I want the truth!

#7 MK Ultra

Ada yang tahu apa itu MK Ultra? Oke, itu adalah obat rahasia yang digunakan CIA untuk mendapatkan segala yang mereka mau di sesi intrograsi, parahnya lagi, diklaim bisa menghapuskan memori dan menimbulkan hipnosis paksa. Cocok sekali untuk mereka yang ingin mengikuti jejak Noordin M Top (jika dia benar ada). Gambar dokumen cetak MK Ultra bisa dilihat di album keempat Muse, Black Holes & Revelations.

A universe is trapped inside a tear,
It resonates the core,
Creates unnatural laws,
Replaces love and happiness with fear

Kembali ke lagu, menurut penulis. Guitar-Riff-Lovers dalam taksonomi jenis pizza, ini adalah lagu muse yang paling dekat dengan kontemporer rock macam U2, bahkan pada reff-nya. Salah satu hal yang masih ‘musey’ adalah string apergio dan vokal latar di bagian setelah reff. Apakah ini tanda Muse telah kehabisan kreatifitasnya atau strategi untuk menambah fans? Belum ada yang tahu.

“Curahan hati penulis: Hal yang menyedihkan (sedih bahagia?) adalah fakta bahwa riff yang Matt pakai setelah bagian ‘musey’ yang telah saya sebut tadi sama dengan  potongan riff ciptaan saya di SMA dulu yang belum sempat terpublikasikan.”

#8  I Belong to You (+Mon Cœur S’ouvre à ta Voix)

Lagu bersuasana R&B terakhir dari album ini. Amat ‘groovy’ di awal, sangat serupa dengan musik-musik Mika. Salah satu kandidat terbaik single penarik penggemar baru Muse dari The Resistance. Sekali lagi reff ‘musey’ Muse dibalut dengan ritme piano yang menyenangkan, verse yang pop, bridge dengan nada yang ajaib! (dan bermanfaat). Sejarah pertama juga diukir disini karena ini lagu pertama Muse dimana ada bagian Matt bernyanyi dengan bahasa non-Inggris. Matt bernyanyi bahasa prancis di sisipkan lagu opera Mon Cœur S’ouvre à ta Voix, yang ajaibnya bisa disisipan di lagu R&B ini karena bridge ajaib yang penulis bilang tadi. Benar-benar musikalitas jenius dari seorang jenius! Bila lagu ini jadi single dan tersebar ke kuping para musisi, mereka akan menaruh Muse pada posisi hormat yang sangat tinggi. Ajaib!

bridge : “bagian perpindahan”

I can't find the words to say
They're overdue
I'd travel half the world to say
"I belong to you"
...
I travel half the world to say
"You are my muse"

#9 Exogenesis (part 1) : Overture

Karya terbesar Matthew Bellamy, klaimnya. Dibuat tanpa arransemen string dari musisi lain, lagu simfoni klasik ini didengungdengungkan dengan sangat menjanjikan. Dibuka dengan sayatan string khas scoring film. Secara penuh anda dibawa kedalam sebuah  adegan film yang ironis melankolis. Selesai membangun suasana, suara falseto Matthew Bellamy masuk, nyaris seperti Microcuts yang sepenuhnya falseto. Lalu disusul gitar yang menyayat dengan (seperti biasanya muse) sedikit sentuhan arab, diakhiri dengan semua suara ditambah latar vokal dari Chris Wolstenholme, makin membuat anda ingin teriak dan menangis. Sebuah ‘Overture’ (indonesia: musik penghantar) yang sempurna, mampu mengalahkan paraunya lagu-lagu radiohead!

Aping my soul,
You stole my overture,
Trapped in God’s program,
Oh I can’t escape
...

Who are we?
Where are we?
When are we?
Why are we in here?

#10 Exogenesis (part 2) : Cross-Polination

Lagu dimulai dengan piano ala Rachmaninov (pianis klasik favorit Matt), lalu melambat pada sebuah balada yang ‘Muse melodius’. Dan tiba-tiba, hentakan drum Dominic memimpin sinkop (hentakan semua alat musik dalam satu beat) menuju musik yang seperti ledakan bintang. Lalu kembali ditutup oleh sebuah komposisi yang amat klasik.

Spread our codes to the stars,
You must rescue us all,

Intisari dari lagu ini makin terlihat. Exogenesis (Panspermia) adalah sebuah teori bahwa kehidupan menyebar keseluruh penjuru alam semesta laksana pohon kelapa yang menghanyutkan buahnya. Kita adalah hasilnya, dan pada akhirnya kita mau tidak mau juga harus melakukannya (baca: pindah dari bumi) karena bumi yang sudah terlanjur rusak.

Rest with you,
We are counting on you,
It’s up to you

‘You’ disini mungkin adalah kita atau generasi sesudah kita.

#11 Exogenesis (part 3) : Redemption

Tidak ada yang bisa menggambarkan bagian ini selain suasana sehabis badai dan lautan harapan. Alunan appergio lambat mengiring, disambut nyanyian Matt dengan nada ‘musey’ yang tidak biasa; penuh rasa positif, pengharapan, pengampunan, dan rasa haru yang indah.
Menguatkan suasana eksodus umat manusia yang dramatis.

Let’s start over again,
Just let us start it over again,
Why can’t we start it over again,
And we’ll be good,
This time we’ll get it right,
Last chance to forgive ourselves

Entah akan terjadi atau tidak. Tapi saya yakin ini adalah salah satu lagu utama yang akan diputar jika eksodus umat manusia ke planet lain benar terjadi.

——

Demikianlah Ulasan The Resistance dari saya. Dari sisi saya, album ini bernilai 4,4/5. Akan lebih sempurna jika Muse tidak mengambil musik pop 80-an dan pola-pola U2. Akhir kata, apa yang fans suka belum tentu sama dengan para personil band penghasil lagu.
Itu sesuatu yang harus diterima.

Mengutip diperbolehkan, tidak dengan menjiplak.

Iklan