Telah saya tamatkan novel ini (sebenarnya dalam bentuk RPG) beberapa bulan lalu.
Isinya tidak terlalu indah secara sastra dibanding Suikoden 2 atau 1. Tapi lumayan memberikan hikmah hidup.
Tokoh utamanya selalu berkata;
“Kita tidak akan pernah tahu sebelum mencoba!”
Saya kira ini cukup klise karena sudah sering dengar. Tapi mengulang-ngulang hal klise mungkin dapat memidukan internalisasi, apalagi kalau diulang-ulang dalam format cerita sastra, dalam bentuk RPG pula.
Sebenarnya tidak terlalu klise pula. Di bagian-bagian akhir cerita, tokoh utama akan menunjukan bahwa kata-kata sakti itu tidak hanya meningkatkan optimisme, tapi juga membatasi optimisme yang berlebih.





Jan 18, 2011 @ 11:05:11
Waah, ipul fans berat Suikoden juga ternyata!
Iya, menurut saya sih si Suikoden Tierkries ini ‘rasa’ Suikodennya kurang banget, hehe…
Kalo mau Suikoden yg paling top mah Suikoden 2! Game terfavorit saya sepanjang masa, hehe
Nice post!